Pada dasarnya cara apply visa turis Australia itu sama kaya apply visa ke negara lain. Tapi di blog post gw yang satu ini akan gw jelasin tips & trik cara apply visa liburan di Australia khusus buat yang ga kerja kantoran alias yang kerja freelance kaya gw. Atau dalam bahasa kerennya “Wiraswasta”!

Siapkan dokumen-dokumen dibawah ini dilengkapi fotokopinya 1 rangkap ya.
Paspor
Pastiin paspor kamu masih akan berlaku setidaknya 6 bulan dari tanggal pulang liburan di Australia. Contoh: Kamu bakalan di Australia dari tanggal 15 Desember sampai 25 Desember 2016. Berarti paspor kamu harus masih berlaku setidaknya 6 bulan terhitung dari tanggal 25 Desember 2016.

KTP
Harus yang masih aktif ya. Yang dah e-KTP.

Kartu Keluarga
Supaya mereka tahu status kamu sekarang masih jomblo atau sudah punya anak atau masih nebeng di rumah orang tua.

Bukti Finansial
Datang ke bank kamu dan minta 2 dokumen dari mereka. Rekening koran 3 bulan terakhir dan Surat Referensi Bank (Bank Reference). Kalau kamu pergi ke bank pusat atau yang cabang besar, mereka pasti sudah tau ini apa. Mereka sudah punya templatenya. Bilang saja mau pakai dokumen itu untuk apply visa turis Australia.

Dokumen ini bisa dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Asal jangan dalam bahasa Jawa, mereka ga ngerti.

Di dalam Surat Referensi, pastiin surat itu ditujukan ke Kedutaan Australia (google aja alamatnya) dan tercantum nama lengkap kamu, sudah berapa lama jadi nasabah di sana, dan jumlah uang di akun kamu tersebut.

Kalau punya buku tabungan, buku ini juga bisa dilampirkan. Fotokopi bagian depan yang ada nama kamu dan halaman yang ada detil transaksi 3 bulan terakhir.

Nah pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah berapa banyak uang yang harus kamu punya di tabungan kamu? Sebenarnya sih ini ga ada yang tau kecuali Tuhan. Tapi untuk acuan aman, siapkan saja AUD60 x banyaknya hari selama di Australia. Jadi kalau kamu berencana liburan di sana selama 7 hari, kamu mesti punya AUD60 x 7 = AUD 420 + tiket pesawat. Anggap aja tiket pesawatnya AUD600. Jadi total uang yang ada di tabungan kamu sebaiknya sekitar AUD1020 atau lebih.

Kalau kamu ga punya uang sebanyak itu, kamu juga bisa melampirkan surat rekening & surat referensi bank atas nama salah satu anggota keluarga yang tertera dalam Kartu Keluarga kamu.

Surat Keterangan Kerja
Nah ini dia nih, kalau kamu kerjanya kaya gw yang kerjanya serabutan. Kita ga bisa dengan mudahnya punya Surat Keterangan Kerja dari HR. Mau minta ke siapa? HR klien kita? Bisa diketawain ama mereka.
Jadi gini, yang gw lakukan waktu itu adalah gw buat 1 halaman berisi data gw, sumber keuangan gw apa aja, dan juga detil itinerary liburan gw di Australia. Bikinnya singkat padat dan jelas yah guys. Mau dibikin menarik ala infographics atau storyboard juga sah-sah aja.

Form 1419 (Visitor class, subclass 600)
Kamu bisa unduh form ini dari website VFS Global Indonesia. Formnya diisi pakai pena tinta warna hitam/biru dan pakai huruf kapital. Setelah diisi, kamu fotokopi ya. Fotokopi ini kamu simpan untuk diri kamu sendiri.

Bawa semua dokumen ke AVAC (Australia Visa Application Center) di kantor VFS yang ada di Jakarta atau Bali. Jadi ingat ya, kamu apply visanya di AVAC bukan di kedutaan Australia.

Sampai di AVAC, kamu bilang ke petugasnya mau pas photo untuk apply visa Australia. Biaya foto di photo booth ini memang lebih mahal dari pada foto di tempat lain. Tapi mereka dah tau standar foto untuk visa Australia.

Selain photobooth, di AVAC juga tersedia jasa fotokopi kalau memang ada dokumen yang lupa difotokopi.

Setelah punya semua dokumen asli + fotokopi + pas foto, kamu langsung masuk untuk validasi dokumen. Ada nomer antrian untuk ini. Minta ke petugasnya ya.

Setelah proses validasi dan pembayaran biaya visa, semua dokumen asli termasuk paspor kamu akan dikembalikan saat itu juga. Karena visanya nanti akan dikirim ke email kamu.

Biaya visa per Desember 2016 adalah AUD 135. Nanti kamu bisa bayar dalam kurs rupiah maupun australian dollar. Akan ada fee tambahan seperti service fee IDR 158.000.

Untuk menghindari antrian panjang, gw saranin datang pas AVAC baru buka. Apalagi pas sebelum musim liburan, pasti rame! Kalau gw waktu itu datang jam 9 pagi, antri 10 menit, kemudian validasi dokumen 10 menit.

Gitu aja sih. Gampang dan mudah kan? Good luck!

Disclaimer: tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman sendiri saat apply visa turis Australia pada bulan Februari 2016.

Cheers,
– @iamMariza yang masih kepingin ke Australia lagi.

SHARE
Previous articleTraveler’s Review – Bossman Burger
Next articleAyo ke Turki GRATIS!
Born in Surabaya and raised in Jakarta in a multicultural family, her parents introduced to her the world of traveling at a young age and she has been addicted to backpacking since 2008, dumping her tourist status quo. She is the founder of lagunatrip.com. Follow her rants and ramblings about her life as a traveler on her Twitter: @iamMariza

LEAVE A REPLY