5 hal yang harus kamu tahu sebelum naik pesawat

Kenapa sih kalau mau take off dan landing, tutup jendela harus dalam keadaan terbuka? Kenapa sih kalau mau take off/landing, lampu pesawat diredupin?
Jawabannya cuma satu! Supaya keadaan di luar pesawat, bisa selalu kelihatan dengan baik oleh semua orang di dalam pesawat. Mata kita juga bisa menyesuaikan dengan cahaya dari luar pesawat. Jadi kalau ada bagian pesawat yang terbakar atau tidak berfungsi baik, bisa langsung ketahuan oleh pramugari (dan penumpang juga). Gitu!

Sering terbang dan ga pernah ngedengerin pramugari pas lagi safety demo?
Saatnya kamu ubah kebiasaan yang ini. Tahukah kamu jika tekanan pesawat turun secara drastis, akan ada masker yang jatuh di depan muka kamu untuk membantu pernafasan kamu? Pasti tahu donk. Tapi tahu ga, kalau rata-rata oksigen yang tersedia hanya untuk 15 menit saja? Sebentar banget ya? Ho oh. Tahukah kamu setelah 15-20 detik, jika kamu tidak memasang masker oksigen dengan benar, kamu bisa jatuh pingsan? Iya, rata-rata orang akan jatuh pingsan dalam 15-20 detik jika tidak segera memasang masker oksigen. Oleh karena itu selalu ingat untuk pasang masker untuk dirimu sendiri terlebih dahulu, kemudian baru tolong teman kamu. Gimana mau tolong temen kamu kalau kamu sendiri sudah pingsan?

Pernah tahu kalau makanan yang disediakan untuk pilot dan co-pilot selalu makanan yang berbeda?
Ini sebenarnya dilakukan buat jaga-jaga aja. Kan bahaya banget kalau tiba-tiba pilot dan co-pilot kena food poisoning di saat yang bersamaan. Siapa yang bakal nyetir pesawatnya?

Pilotnya ga jago, soalnya landingnya ga mulus. Ini ga selalu benar lho!
Terkadang disaat hujan yang cukup lebat, runway untuk landing akan tergenang oleh air. Nah di cuaca seperti ini, pilot memang sengaja mendarat dengan “kasar” untuk menghindari hydroplanning. Dilakukan pendaratan secara kasar agar genangan air bisa dipecah sehingga ban pesawat mempunyai traksi yang baik. Pernah nyetir motor ngelewatin genangan air dengan kecepatan tinggi? Nah kaya gitu deh. Kita jadi hilang kendali motor gara-gara genangan air itu, bahaya kan?

Kenapa hp mesti tetap dalam Flight Mode, bahkan pas pesawat sudah landing?
Sebenarnya sih, kalau kamu nyalain hp selama penerbangan, pesawat ga akan otomatis jatuh kok. Tapi gini, berhubung hp ga dibuat oleh satu perusahaan, jadi bisa aja ada kemungkinan ada hp yang malfungsi frekuensinya. Bisa saja signal hp kita masuk ke frekuensi komunikasi pilot dengan ATC / air traffic control (pemandu lalu lintas udara). Tiba-tiba si pilot bisa dengerin ada suara kamu lagi berantem sama pacar di telp. Terus si pilot salah denger aba-aba dari air traffic control. Disuruh muter kiri, eh malah muter ke kanan. Lebih parahnya lagi si pilot ga bisa ngedengerin aba-aba dari ATC. Bahaya banget kan? Sebagai pilot, ini juga bikin dia kesel banget. Penumpang yang dibawa si pilot jumlahnya bisa ratusan lho. Tanggung jawabnya dia besar banget. Sama ngeselinnya kaya kamu lagi dengerin tukang parkir bantuin kamu parkir mobil, eh temen kamu malah berisik banget, terus mobil kamu malah nabrak mobil lain. Nyebelin kan? Jadi kalau kamu tetap main hp di dalam pesawat, itu artinya kamu ga menghormati nilai nyawa orang lain dan hidupmu sendiri. Se simple itu kok.

Happy flying!
@iamMariza, yang selalu kesel kalau ada orang masih telp-an di pesawat.

SHARE
Previous articleLiburan di Bali Enaknya Kemana?
Next article5 Alasan Kenapa Kamu Mesti Liburan ke Yogya Lagi!
Born in Surabaya and raised in Jakarta in a multicultural family, her parents introduced to her the world of traveling at a young age and she has been addicted to backpacking since 2008, dumping her tourist status quo. She is the founder of lagunatrip.com. Follow her rants and ramblings about her life as a traveler on her Twitter: @iamMariza

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY